Rapat K3S Kaligondang Bahas Penyelesaian KSP, Sosialisasi Bantuan Pemerintah, SiMen, dan Administrasi Sekolah - Kegiatan K3S Bulan September

Rapat K3S Kaligondang Bahas Penyelesaian KSP, Sosialisasi Bantuan Pemerintah, SiMen, dan Administrasi Sekolah - Kegiatan K3S Bulan September

30/09/2026, September 30, 2026

 


Rapat K3S Kaligondang Bahas Penyelesaian KSP, Sosialisasi Bantuan Pemerintah, SiMen, dan Administrasi Sekolah

KALIGONDANG, PURBALINGGA – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Kaligondang membahas sejumlah agenda penting terkait pengelolaan satuan pendidikan, penyelesaian Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), sosialisasi bantuan pemerintah, pelaksanaan program SiMen, kegiatan MAPSI, serta kelengkapan laporan keuangan dan administrasi sertifikasi.

Dalam kegiatan tersebut, Bapak Budiman, S.Pd., M.Pd. menyampaikan sejumlah arahan kepada kepala sekolah agar pelaksanaan program pendidikan di masing-masing satuan pendidikan berjalan tertib, terkoordinasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

K3S Diharapkan Rutin Dilaksanakan Setiap Bulan

Dalam sambutannya, Budiman menekankan pentingnya pelaksanaan kegiatan K3S secara rutin setiap bulan. Pertemuan tersebut menjadi sarana untuk membangun persamaan persepsi, meningkatkan efektivitas koordinasi, serta memastikan program pendidikan dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Ia juga mengingatkan bahwa pada pertengahan September 2026, tugas-tugas utama yang berkaitan dengan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) diharapkan sudah diselesaikan oleh masing-masing sekolah.

Kepala sekolah diminta memastikan tidak ada dokumen maupun tugas KSP yang terlewat atau diselesaikan melewati batas waktu yang telah ditentukan. Selain itu, aspek konsideran dalam dokumen perlu diperiksa dengan cermat agar sesuai dengan ketentuan dan landasan yang berlaku.

Seluruh petunjuk teknis (juknis) yang berkaitan dengan program dan kegiatan pendidikan juga perlu dipelajari serta dipahami oleh masing-masing sekolah. Hal ini penting agar pelaksanaan program tidak menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan.

Budiman turut mengingatkan bahwa kurikulum yang digunakan masih mengacu pada Kurikulum Merdeka. Sekolah dapat melakukan evaluasi dan penyesuaian visi serta misi sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan perkembangan satuan pendidikan.

Evaluasi tersebut dapat dilakukan apabila target yang ditetapkan dirasa terlalu tinggi, perlu disesuaikan dengan kemampuan sekolah, atau justru telah tercapai sehingga diperlukan peninjauan kembali terhadap arah pengembangan sekolah.

Komunikasi dan Kolaborasi Menjadi Kunci

Selain persoalan administrasi dan kurikulum, Budiman menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam menjalankan program sekolah, terutama kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan dana.

Menurut arahan yang disampaikan, setiap program perlu dibahas dan dikomunikasikan dengan baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di antara pihak-pihak yang terlibat.

Kepala sekolah dan guru juga diharapkan terus mengembangkan budaya diskusi, eksplorasi, serta kolaborasi dengan rekan sejawat. Melalui kerja sama tersebut, berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan tugas dapat dibahas bersama untuk menemukan solusi yang sesuai.

Dengan demikian, program sekolah tidak hanya diselesaikan sebagai kewajiban administratif, tetapi juga diharapkan memberikan hasil yang bermakna bagi peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kepada peserta didik.

Sosialisasi Bantuan Pemerintah

Rapat K3S juga diisi dengan sosialisasi bantuan pemerintah (Banpem) yang disampaikan oleh pihak penyedia. Dalam kesempatan tersebut, penyedia diberikan ruang untuk menjelaskan informasi mengenai program bantuan, mekanisme pelaksanaan, spesifikasi barang, serta aspek teknis lainnya yang perlu diketahui oleh sekolah.

Informasi tersebut menjadi bahan bagi satuan pendidikan untuk memahami ketentuan program dan mempersiapkan tindak lanjut sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Sekolah diharapkan mencermati seluruh informasi yang disampaikan, sekaligus tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku dalam proses pengadaan maupun pemanfaatan bantuan. Pemeriksaan terhadap spesifikasi barang dan kelengkapan administrasi perlu dilakukan agar pelaksanaan program berjalan tertib dan sesuai aturan.

Sosialisasi SiMen: Pembayaran melalui Virtual Account dan Pengadaan melalui SIPLAH

Agenda berikutnya membahas sosialisasi program SiMen yang sebelumnya telah dilaksanakan secara daring maupun luring.

Dalam pemaparan tersebut, sekolah kembali diingatkan mengenai mekanisme pembayaran menggunakan Virtual Account melalui Bank Syariah Indonesia (BSI). Sementara itu, proses pengadaan dilakukan melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah), sesuai mekanisme yang telah disampaikan.

Selain mekanisme pembayaran dan pengadaan, sekolah juga diminta memperhatikan spesifikasi buku yang menjadi bagian dari program tersebut.

Spesifikasi yang disampaikan meliputi:

  • Tiga buku bergaris dua.

  • Tiga buku bergaris tiga.

  • Satu buku polos.

  • Satu buku kotak sedang.

Masing-masing sekolah diharapkan memastikan kesesuaian spesifikasi barang dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Pemahaman terhadap mekanisme pembayaran, proses pengadaan, dan spesifikasi barang menjadi bagian penting dalam menindaklanjuti program SiMen.

Pelaksanaan MAPSI dan Pembiayaan Kegiatan

Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa kegiatan Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) telah dilaksanakan.

Terkait pembiayaan, besaran biaya kegiatan disesuaikan dengan cabang lomba yang diikuti. Sekolah diharapkan memberikan dukungan terhadap keikutsertaan peserta didik dengan tetap memperhatikan kemampuan sekolah serta ketentuan yang berlaku.

Partisipasi dalam kegiatan MAPSI menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi peserta didik, khususnya dalam bidang pendidikan agama Islam dan seni Islami.

K3S Perkuat Koordinasi dan Tindak Lanjut Program Sekolah

Melalui pembahasan berbagai agenda tersebut, rapat K3S Kecamatan Kaligondang menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam penyelesaian administrasi, pemahaman terhadap petunjuk teknis, serta koordinasi antarsatuan pendidikan.

Sejumlah tindak lanjut yang menjadi perhatian bersama meliputi penyelesaian dokumen KSP, pemeriksaan konsideran dan juknis, evaluasi visi dan misi sekolah, serta peningkatan komunikasi dalam pelaksanaan program yang berkaitan dengan penggunaan dana.

Sekolah juga diharapkan menindaklanjuti sosialisasi Banpem dan SiMen sesuai dengan mekanisme yang telah disampaikan, termasuk ketentuan pembayaran melalui Virtual Account Bank BSI, pengadaan melalui SIPLAH, serta kesesuaian spesifikasi barang.

Selain itu, sekolah yang masih memiliki kekurangan laporan keuangan atau administrasi sertifikasi diminta segera menyelesaikannya.

Melalui kegiatan K3S yang dilaksanakan secara rutin, diharapkan koordinasi kepala sekolah di Kecamatan Kaligondang semakin efektif, pelaksanaan program pendidikan semakin tertib, dan setiap kegiatan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu layanan pendidikan di sekolah.

TerPopuler